Selasa, 23 Maret 2010

Ketika Syair Tak Lagi Bernyanyi

Setiap hembusan nafasku mengandung hawa panas
Amarah kian menggebu dengan sejuta sebab
Dada serasa tak mampu lagi menampung setiap amarah
Diriku seakan dipenuhi ganjalan kerikil terjal

Sejuta rasa dan jiwa menghadirkan syair-syair yang seakan tak lagi bernyanyi
Sontak senyuman hanyalah sekedar hiasan bibir mungil
Sekedar kamuflase dan kesandiwaraan diri
Senyuman berganti tetesan air mata

Pikiran tak lagi menyatu dengan kalbu
Adakah rasa sumringah kembali pulang
Ingin mendendangkan syair menjadi sebuah lagu merdu
Bukan sekedar kebisuan sebagai ponggah amarah

1 komentar:

songkokawingjakata mengatakan...

mampir mba... assalamualaikum